Minggu, 01 Juli 2012

  THE EMPIRE PALACE SURABAYA

  • SEJARAH SINGKAT
  Gaya Kekaisaran atau sering disebut dengan Empire Style (1804-1814), bertahan selama 10 sampai 15 tahun. Ini merupakan periode yang mengkombinasikan kebesaran dan simbol militer dari Roma dengan motif Mesir Kuno dan unsur-unsur dari arsitektur Yunani. Motif tradisional klasik, sudah terlihat dalam pemerintahan Louis XVI. Charles Percier (1764-1838) dan Pierre Fontaine (1762-1853) merupakan arsitek pada jaman Empire Style yang desainnya terinspirasi dari simbol perhiasan kerajaan dari Yunani dan Romawi kuno. Hal ini menjadi daya tari untu meng aji penerapan desain pada interior ruang publi The Empire Palace yang terleta di jalan Blauran. Hal yang di aji meliputi elemen pembentu , pendu ung, dan perabot dari L bby, Prefuncti n, Hall, D me, dan Penth use.  The Empire Palace Surabaya adalah bangunan publi yang menerap an gaya Empire Style pada interiornya yang penerapannya dilakukan sesuai dengan keinginan pemilik gedung.
 

  • BALLROOM EMPIRE PALACE
Ada tiga ruang utama, yang saat ini dioperasikan: Birmingham Palace yang berkapasitas 1.000 sampai 4 ribu orang; Kensington Palace, ruang dengan pilar-pilar yang memiliki ruang-ruang untuk meeting 50-100 orang; Saint Marry berkapasitas 300 – 400 orang; dan Ballroom berkapasitas 5 ribu orang. Ballroom ini bisa disekat, menjadi 3 ruang Hall 1A, Hall 1B, dan Hall 2. Masing-masing hall, mampu menampung 100 meja, yang setiap meja dipakai oleh 10 tamu. Soal parkir juga bukan kendala. Lantaran gedung ini dirancang mampu menghelat beberapa acara sekaligus, area parkir disediakan di setiap lantai, dengan kapasitas total mencapai 2 ribu kendaraan. Untuk lalu lalang barang, di setiap area parkir terdapat loading dock yang ditunjang lift khusus barang berukuran 15 meter2.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar